SEJARAH JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

UIN SIBER SYEKH NURJATI CIREBON

Awal Perkembangan Jurusan KPI UINSSC

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang dakwah, komunikasi, dan penyiaran Islam. Jurusan KPI mulai dibuka pada tahun 1997 sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja, sekaligus sebagai bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan yang terintegrasi dengan ilmu komunikasi, teknologi, dan perkembangan media. Eksistensi Jurusan KPI kemudian memperoleh penguatan secara kelembagaan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor E/279/2001.

Pada masa awal perkembangannya, Jurusan KPI mengembangkan kompetensi utama dalam bidang Komunikasi Dakwah dan Komunikasi Jurnalistik. Orientasi tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai praktisi dakwah sekaligus memiliki kemampuan profesional dalam bidang jurnalistik dan media. Pengembangan keilmuan tersebut tidak terlepas dari karakteristik Cirebon sebagai salah satu pusat penting dalam sejarah perkembangan dan penyebaran Islam di Nusantara. Tradisi dakwah yang kuat di wilayah Cirebon menjadi salah satu konteks sosial dan historis bagi pengembangan pendidikan dakwah dan komunikasi Islam.

Perkembangan teknologi komunikasi dan industri media selanjutnya membawa perubahan signifikan terhadap orientasi keilmuan Jurusan KPI. Kehadiran media cetak, radio, televisi, dan kemudian media digital memperluas ruang komunikasi dan dakwah Islam. Perkembangan regulasi penyiaran di Indonesia juga membuka kesempatan semakin luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan media sebagai ruang informasi, pendidikan, hiburan, dan penyampaian pesan-pesan keagamaan. Kondisi tersebut mendorong Jurusan KPI untuk tidak hanya menghasilkan praktisi dakwah, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam jurnalistik, penyiaran, produksi media, dan komunikasi.

Komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan memperoleh pengakuan melalui proses akreditasi. Pada tahun 2017, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam memperoleh peringkat Akreditasi B dari BAN-PT berdasarkan Keputusan Nomor 5133/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017, dengan masa berlaku sampai 27 Desember 2022. Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan pengembangan mutu Program Studi KPI sekaligus menjadi landasan untuk melakukan peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, sumber daya manusia, dan sarana pembelajaran secara berkelanjutan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, penguatan sumber daya manusia terus dilakukan melalui peningkatan kualifikasi akademik dosen, aktivitas penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai bentuk rekognisi akademik dan profesional. Pengembangan kompetensi dosen menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi pendidikan KPI terhadap perkembangan ilmu komunikasi, dakwah, penyiaran, serta teknologi media.

Penguatan akademik tersebut juga didukung oleh pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran. Berbagai fasilitas laboratorium dan perangkat produksi media dikembangkan untuk memberikan pengalaman belajar yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia profesional. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan mahasiswa dalam praktik komunikasi, jurnalistik, penyiaran, fotografi, videografi, produksi konten, serta berbagai bentuk komunikasi berbasis media.

Transformasi Menuju Era Siber

Babak baru perjalanan Jurusan KPI berlangsung seiring transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2024, yang ditetapkan pada 21 Mei 2024. Transformasi tersebut menempatkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang mengembangkan keunggulan pendidikan berbasis siber. UINSSC juga mengemban mandat sebagai pilot project perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis siber melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 860 Tahun 2022.

Transformasi kelembagaan tersebut sekaligus memberikan arah baru bagi pengembangan Jurusan KPI. Keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam yang sejak awal berhubungan erat dengan perkembangan media kini semakin diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital dan ruang siber. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dikembangkan secara adaptif terhadap perubahan ekosistem komunikasi, media digital, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Orientasi tersebut tercermin dalam pengembangan profil lulusan KPI saat ini. Selain praktisi dakwah, lulusan diarahkan memiliki kompetensi sebagai praktisi komunikasi dalam berbagai bidang seperti jurnalistik media cetak, elektronik dan daring, fotografi, videografi, penulisan, perfilman, event organizer, dan profesi komunikasi lainnya. Selain itu, lulusan juga diarahkan menjadi akademisi bidang dakwah dan komunikasi serta entrepreneur, sehingga memiliki ruang pengembangan profesi yang lebih luas.

Dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Jurusan KPI juga semakin memperkuat pendekatan kolaboratif. Program penelitian dan pengabdian dikembangkan melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, masyarakat, serta mitra eksternal, antara lain dalam bentuk penelitian terapan, produksi konten dakwah kreatif, literasi media, dan pemberdayaan masyarakat.

Memasuki usia 29 tahun pada 2026, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam terus melakukan transformasi untuk menjawab perkembangan zaman. Perjalanan dari orientasi awal pada komunikasi dakwah dan jurnalistik berkembang menuju keilmuan dakwah, penyiaran, dan komunikasi Islam yang adaptif terhadap teknologi digital dan ekosistem siber. Arah tersebut menjadi bagian dari komitmen Jurusan KPI untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, karakter keislaman, kemampuan adaptasi teknologi, serta daya saing pada tingkat nasional maupun global. Arah pengembangan ini juga selaras dengan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan sumber daya pembelajaran digital.

Dengan pengalaman hampir tiga dekade, Jurusan KPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menjadikan warisan dakwah Islam sebagai fondasi sekaligus menjadikan perkembangan teknologi komunikasi sebagai ruang inovasi. Semangat tersebut menjadi pijakan bagi Jurusan KPI untuk terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan dakwah, penyiaran, dan komunikasi Islam berbasis siber yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas